Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

5.2.10

Hidup Jangan Tertidur


".........kita bergerak bagaikan robot-robot yang dikendalikan orang lain, lingkungan, jabatan, uang, dan harta benda."
 
Banyak orang yang menjalani hidup ini dalam keadaan tertidur.

Lahir.......tumbuh.........menikah........mencari nafkah........membesarkan anak........dan akhirnya, meninggal dalam keadaan tertidur.   Analoginya adalah seperti orang yang terkena hipnotis. Kita tahu di mana menyimpan uang. Kita pun tahu persis nomor pin. Dan kitapun menyerahkan uang pada orang tidak dikenal. Kita tahu, tapi tidak sadar. Karena itu, kita bergerak bagaikan robot-robot yang dikendalikan orang lain, lingkungan, jabatan, uang, dan harta benda.

Pengertian "menyadari"  amat berbeda dengan "mengetahui".  
=> Kita tahu berolah raga penting untuk kesehatan, tapi kita tidak juga melakukannya.
=> Kita tahu memperjualbelikan jabatan itu salah, tapi kita menikmatinya.
=> Kita tahu berselingkuh dapat menghancurkan keluarga, tapi kita tidak dapat menahan godaan.
=> Kita tahu hidup perlu merencanakan keuangan buat masa depan, tapi kita tidak dapat menahan keinginan memuaskan diri.
=> Kita tahu hidup tidak bisa selamanya terlelap dalam "comfort zone", tapi keinginan untuk tetap tinggal dalam zona itu sangat kuat menahan

Tahu.... tapi tidak sadar!

Ada dua hal yang dapat membuat orang menjadi sadar. Pertama -  peristiwa-peristiwa pahit dan musibah.  Musibah sebenarnya adalah rahmat terselubung karena dapat membuat kita bangun dan sadar. Kita baru sadar pentingnya kesehatan ketika kita sakit.  Kita baru sadar pentingnya olahraga sewaku kadar kolesterol, kadar gula atau tensi darah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Kita baru sadar nikmatnya bekerja setelah kena PHK.  Seorang wanita karier baru menyadari bahwa keluarga jauh lebih penting setelah anaknya terkena narkoba. Seorang sopir taksi pernah bercerita bahwa ia baru menyadari bahayanya judi setelah hartanya habis.

Kedua - kematian, mungkin merupakan satu stimulus terbesar yang mampu menyentakkan kita. Banyak tokoh terkenal meninggal begitu saja. Mereka sedang sibuk memperjualbelikan kekuasaan, saling menjegal, berjuang meraih jabatan, lalu tiba-tiba saja meninggal. Bayangkan kalau sedang menonton film di bioskop. Pertunjukan sedang berlangsung seru ketika tiba-tiba listrik padam. Petugas bioskop berkata, "Silakan pulang, pertunjukan sudah selesai!  Kita protes, bahkan ingin menunggu sampai listrik hidup kembali. Tapi, si penjaga hanya berkata tegas, "Pertunjukan sudah selesai, listriknya tidak akan pernah hidup kembali."

Itulah analogi sederhana dari kematian. Kematian orang yang kita kenal, apalagi kerabat dekat kita sering menyadarkan kita pada arti hidup ini. Kematian menyadarkan kita pada betapa singkatnya hidup ini, betapa seringnya kita meributkan hal-hal sepele, dan betapa bodohnya kita menimbun kekayaan yang tidak sempat kita nikmati. Hidup ini seringkali menipu dan meninabobokan orang. Untuk menjadi bangun kita harus sadar mengenai tiga hal, yaitu siapa diri kita, darimana kita berasal, dan ke mana kita akan pergi. Untuk itu kita perlu sering mengambil jarak dari kesibukan kita dan melakukan kontemplasi.

Ada sebuah ungkapan menarik dari seorang filsuf Perancis, Teilhard de Chardin, Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman- pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalaman manusiawi. Manusia bukanlah makhluk bumi melainkan makhluk langit. Kita adalah makhluk spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita di bumi. Tubuh kita sebenarnya hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita. Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di dunia. Tetapi, tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan rumah untuk mencari rumah yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tak pernah mati. Yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita sendiri.

Badan kita akan mati, tapi jiwa kita tetap hidup. Ketika menyadari hal ini, kita tidak akan menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Bila sudah mencapai semua kebutuhan tersebut, itu sudah cukup!  Buat apa sibuk mengumpul-ngumpulkan kekayaan -- apalagi dengan menyalahgunakan jabatan -- kalau hasilnya tidak dapat dinikmati selama-lamanya. Apalagi kita sudah merusak jiwa sendiri dengan berlaku curang dan korup. Padahal, jiwa inilah milik kita yang abadi.

Lantas, apakah kita perlu mengalami sendiri peristiwa-peristiwa yang pahit tersebut agar kita sadar? Jawabnya: ya!  Tapi kalau kita merasa cara tersebut terlalu mahal, ada cara kedua yang jauh lebih mudah: Belajarlah MENDENGARKAN. Dengarlah dan belajarlah dari pengalaman orang lain. Bukalah mata dan hati untuk mengerti, mendengarkan, dan mempertanyakan semua pikiran dan paradigma kita.

Sayangnya, banyak orang yang mendengarkan semata-mata untuk memperkuat pendapat mereka sendiri, bukannya untuk mendapatkan sesuatu yang baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat mereka sebelumnya. Orang yang seperti ini masih tertidur dan belum sepenuhnya bangun.

Hidup Jangan Tertidur!  






2.2.10

Beyond Imagination !

.
.
A college professor at a Christian school perceived that his students held a distorted view of heaven; they considered it to be static and boring. So, to stir their imaginations, he asked them these questions:

“Do you wish you would wake up tomorrow morning to discover that the person you loved most passionately loved you even more? Wake up hearing music you have always loved but had never heard with such infinite joy before? Rise to the new day as if you were just discovering the Pacific Ocean? Wake up without feeling guilty about anything at all? See to the very core of yourself, and like everything you see? Wake up breathing God as if He were air? Loving to love Him? And loving everybody else in the bargain?”

In response to that professor’s intriguing questions, the students all lifted their hands. If that’s what heaven will be like, and even infinitely more so, they certainly wanted to be there.

“I go to prepare a place for you,” Jesus told His disciples (John 14:2). We all share the desire—really a deep-down yearning—to be in that glorious home forever. It is a place of indescribable bliss. And the supreme blessing will be the presence of our Lord Jesus Christ Himself!  — Vernon C. Grounds

When we all get to heaven,
What a day of rejoicing that will be!
When we all see Jesus,
We’ll sing and shout the victory. —Hewitt

The greatest pleasures of earth cannot be compared to the joys of heaven.

Penn.
.
.

29.1.10

Pemilihan Allah yang Tak Mudah Dimengerti



Secara moral, Yakub tidak lebih baik daripada Esau. Dia memperoleh hak kesulungan dan berkat yang hendak diberikan Ishak dengan cara yang curang. Allah memilih Yakub dan menolak Esau bukan karena kebaikan Yakub, melainkan semata-mata karena Allah menghendaki hal itu.

Saat Esau kelelahan, Yakub memberi semangkuk kacang merah dengan meminta imbalan hak kesulungan yang merupakan hak Esau (25:29-34). Saat Yakub hendak memberikan berkatnya kepada Esau, Yakub mengikuti anjuran ibunya untuk menyamar sebagai Esau agar bisa memperoleh berkat yang hendak diberikan oleh Yakub (27:1-29). Kecurangan Yakub ini tidak bisa dibenarkan. Sekalipun demikian, Allah yang berdaulat (memiliki wewenang untuk memilih) ternyata memilih Yakub (dan menolak Esau) untuk mewarisi janji Allah kepada Abraham (Mazmur 135:4; Maleakhi 1:2-3; Roma 9:13). Di satu sisi, perlu diingat bahwa pemilihan Allah ini tidak dimaksudkan untuk membenarkan kecurangan Yakub. Di sisi lain, jelas terlihat bahwa pemilihan Allah tidak didasarkan pada kebaikan manusia, melainkan pada kebebasan Allah untuk memilih.

Dalam Alkitab, seringkali kita tidak mudah untuk memahami kriteria pemilihan Allah. Musa, seorang yang rendah diri (minder), ternyata dipilih dan diperlengkapi Allah untuk menjadi pemimpin terbesar di dalam Perjanjian Lama. Daud, seorang yang dipandang rendah oleh saudara-saudaranya, ternyata dipilih Allah untuk menjadi raja yang diidolakan selama berabad-abad. Paulus, seorang yang sebelumnya mengejar-ngejar orang Kristen, menangkap dan memasukkan orang Kristen ke dalam penjara, ternyata dipilih Allah untuk menjadi seorang rasul yang pelayanan dan karyanya lebih menonjol dibandingkan para rasul yang lain. [P]



10.11.09

Kekuatan Tanpa Kekerasan

.
.

Berikut ini adalah cerita masa muda Dr.. Arun Gandhi (cucu dari Mahatma Gandhi - Pendiri Lembaga M.K.Gandhi)

Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan.

Kami tinggal jauh dipedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.

Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota , ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.

Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, “Ayah tunggu kau disini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama.”

Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh ayah saya. Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjukkan pukul 17:30, langsung saya berlari menunju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18:00.

Dengan gelisah ayah menanyai saya, “Kenapa kau terlambat?”

Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne sehingga saya menjawab, “Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu.” Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel mobil itu. Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong.

Lalu ayah berkata, “ Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik.”

Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena kebohongan bodoh yang saya lakukan.

Sejak itu saya tidak pernah akan berbohong lagi.

“Sering kali saya berpikir mengenai peristiwa ini dan merasa heran. Seandainya Ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah kekuatan tanpa kekerasan..”




Penn.
.
.

14.10.09

Mata Kasih

.
.
Aku seorang yang optimis; aku menilai setiap orang baik.

Bahkan, begitu seringnya melihat sisi baik segala hal
sehingga aku dicap hanya melihat kebaikan dan menafikan kenyataan.

Tidak benar, pernyataan yang mengatakan melihat secara positif
adalah cara melarikan diri dari kenyataan.

Aku sangat realistis; aku tahu kejahatan ada.
Tetapi, aku mencoba menyaring pandanganku melalui mata kasih.

Apakah sikap ini membuatku sakit dan kecewa? Kadang-kadang.
Tetapi aku percaya Allah melihatku dengan positif;

Dia senantiasa memberiku kebaikan di tengah keraguanku.
Dia tahu pikiran-pikiran jahatku, iri hatiku, dan kemalasanku.

Allah melihatku berteriak kepada anakku, hilang kesabaran di kantor,
marah kepada istriku, dan tidak peduli terhadap orang yang membutuhkan.

Tanpa mempedulikan kesalahanku Allah melihatku dengan mata kasih.

Ia tidak buta akan dosa-dosa kita,
tetapi Dia mengampuni kita jika kita meminta-Nya.

Saat aku memandang dunia dan potensinya yang luar biasa,
sikapku memampukanku untuk melihat dengan belas kasihan.

Dengan mengikuti contoh dari Allah,
lebih mudah bagiku untuk mengampuni saat kepedihan datang.

Penn.
.
.

11.6.09

Religious Nuts

.
.


I have a friend who was invited to a dinner party where he was seated next to a belligerent unbeliever who delighted in taunting Christians.

Throughout the evening, the man baited Matt mercilessly about the evils of Christendom throughout the ages. With each insult, my friend calmly replied, “That’s an interesting point of view.” And then he asked a question that revealed genuine interest in the man and deflected the discussion away from the issue that divided them.

As the two were walking out the door at the end of the evening, the man fired a final jab, at which point Matt put his arm around the other man’s shoulders and chuckled. “My friend,” he said, “all night long you’ve been trying to talk to me about religion. Are you a religious nut?”

The man’s animosity dissolved in a burst of laughter and then in sobriety, for he was indeed a religious nut. All human beings are. We’re insatiably and incurably religious—hounded by the relentless love of God, though we may try to keep Him away. Matt’s kindness and deft humor awakened this man’s heart so that he could be receptive to the gospel.

We are to be “wise as serpents” (Matt. 10:16) when dealing with non-Christians, speaking to them “with grace, seasoned with salt” (Col. 4:6). — David H. Roper

You have called us, Lord, to witness—
Called to speak the truth in love;
O how much we need Your guidance
And Your wisdom from above. —D. De Haan

As the “salt of the earth,” Christians can make others thirsty for the Water of Life.



Penn.
.
.

4.6.09

FAQ : Young Pretty Lady Wishes to Marry a Rich Guy..

.
.
Kisah yang akan membuat Anda tersenyum.
Sebuah kisah lucu.

Kelihatannya kisah ini adalah kisah nyata
karena saya membacanya di majalah Fortune.

Judulnya: Young and pretty lady
wishes to marry a rich guy.
Fantastic reply from a financial person

(Wanita muda yg cantik ingin menikah dgn pria kaya
serta jawaban fantastik dari seorang ahli keuangan.)


---


Seorang wanita memposting sebuah pertanyaan
melalui sebuah forum terkenal dengan bertanya:

"Apakah yang harus saya lakukan
untuk dapat menikah dengan pria kaya?"

Saya akan jujur dengan apa yang aku katakan.
Usia saya 25 tahun.
Saya sangat cantik,
bergaya dan
memiliki selera yang tinggi.

Saya berharap menikah dengan pria kaya
dengan penghasilan pertahun $500 ribu
(+/-Rp.5,5M) atau lebih.

Anda mungkin akan berkata
kalau saya termasuk perempuan materialistis,
tapi kelompok penghasilan s.d $ 1 juta pun
masih termasuk kelas menengah di New York.

Permintaan saya tidak setinggi itu.
Adakah pria di forum ini yang berpenghasilan
> $ 500 ribu per tahun?

Apakah Anda semua telah menikah?
Saya ingin bertanya apa yang harus aku lakukan
untuk dapat menikah dengan orang2 seperti Anda?

Di antara pria yang telah berpacaran denganku,
yang terkaya hanya berpenghasilan $ 250 ribu
dan kelihatannya ini batas tertinggi
yang pernah saya capai.

Jika seseorang ingin pindah
ke perumahan mewah di wilayah barat
New York City Garden, penghasilan $250 ribu
tentu tidak cukup.

Beberapa hal yang ingin saya tanyakan:

1. Dimanakah kebanyakan para pria kaya bertemu
& berkumpul?
Mohon nama dan alamat bar,
restauran dan gym yang sering dikunjungi.

2. Rentang usia berapakah yang
dapat memenuhi kriteria saya?

3. Kenapa wajah istri-istri orang kaya hanya
terkesan biasa-biasa saja?

Saya telah bertemu dengan beberapa gadis
yang tidak cantik dan menarik,
tapi mereka bisa menikah dengan pria kaya.

4. Apa pertimbangan Anda dalam menentukan istri
dan siapakah yang bisa menjadi pacar Anda?

Terus terang, tujuan saya sekarang
adalah untuk menikah.


Terimakasih,
Gadis Jelita

----------------------
Dan inilah jawaban dari
seorang ahli keuangan
dari Wall Street Financial

Dear Gadis Jelita,

Saya membaca email anda dengan sangat antusias.
Saya yakin sebenarnya banyak gadis2 yang memiliki
pertanyaan senada dengan Anda.

Ijinkan saya untuk menganalisa situasi Anda
dari sudut pandang investor profesional.

Penghasilan tahunan saya lebih dari $ 500 ribu
yang tentu memenuhi kriteria Anda.

Jadi, saya harap setiap orang percaya
bahwa jawaban saya cukup kredibel
dan tidak membuang waktu.

Dari sudut pandang seorang pebisnis,
menikah dengan Anda adalah keputusan yang buruk.

Jawabannya sangat sederhana
dan akan saya jelaskan.

Kesampingkan dulu detil-detil yang Anda tanyakan.
Sebenarnya apa yang ingin Anda lakukan adalah
pertukaran antara "kecantikan" dan "uang".

Si A akan menyediakan kecantikan dan
si B akan membayar untuk itu.
Kelihatannya adil dan cukup wajar.

Tapi ada permasalahan fatal di sini.
Kecantikan Anda akan sirna,
tapi uang saya tidak akan
hilang tanpa alasan yang jelas.

Faktanya adalah penghasilan saya
mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun.
Tapi, Anda tidak akan bertambah
cantik tiap tahunnya.

Karena itu dari sudut pandang ekonomi:
saya adalah aset yang ter-apresiasi
sedangkan Anda adalah aset yang ter-depresiasi.
Depresiasi yang Anda alami bukan depresiasi normal,
tapi depresiasi eksponensial.

Jika hanya ini aset Anda,
nilai Anda akan sangat
mencemaskan 10 tahun kemudian.

Dengan menggunakan istilah yang kami gunakan
di Wall Street, setiap perdagangan
memiliki sebuah posisi.

Berpacaran dengan Anda juga
memiliki "posisi perdagangan".

Jika nilai aset yang didagangkan menurun,
maka kami akan menjualnya.

Bukan ide yang baik untuk mempertahankannya.
Begitu juga dengan pernikahan yang Anda inginkan.

Saya sangat kejam untuk berkata seperti ini,
tapi untuk membuat keputusan bijak,
aset yang menurun nilainya akan dijual atau disewa.

Pria dengan penghasilan > $ 500 ribu
tentu bukan orang bodoh.
Kami akan berpacaran dengan Anda,
tapi tidak akan menikahi Anda.

Saran saya lupakan mencari petunjuk
bagaimana cara menikahi pria kaya.

Usaha Anda untuk dapat membuat diri Anda kaya
dengan berpenghasilan $ 500 ribu,
lebih berpeluang ketimbang
mencari pria kaya yang bodoh.

Semoga jawaban saya dapat membantu

Tertanda,
JP Morgan



Penn.

.
.

13.5.09

In Every Bad Experience

.
.
God used two bad things—a kidnapping and a deadly disease—to change Israel’s enemy into a friend. Even when we don’t know why something bad has happened, we know that God has the power to use it for good.

Penn.
.
.

Eliana Level

.
.
Now think about this. Before Jesus was crucified, He created a remembrance of Himself. He told His disciples—and us by extension—to “do this [eat the bread and drink from the cup] in remembrance of Me” (Luke 22:19). Is this because we might forget Jesus? Of course not! How could we forget the One who died for our sins? Yet He started this way of remembrance—the Lord’s Supper—as a comforting reminder of His great sacrifice, His presence, His power, and His promises.

Penn.
.
.

30.3.09

cinta abg

.
.


banyak org dewasa tidak menyadari
bahwa ternyata cintanya masih cinta 'abg'
atau cinta sewaktu sekolah/kuliah dulu.

org seperti ini akan sulit membina
hubungan baik dengan pasangan
lawan jenisnya.

dikarenakan cinta abg yg masih
kekanak-kanakan dan cinta yg menuntut ini itu,
ditambah parah lagi kalo tidak mau mengerti
pasangannya (apapun itu alasannya)

tanpa bermaksud menghakimi abg,
namun begitulah 'nature' seorang abg..

sekarang, pertanyaannya ..
seberapa besar cinta anda
sehingga mau mengorbankan diri
anda untuk seorang abg ini.
(udah tau dia abg coy..)

saran saya:
take it or leave it..
but don't coming here whining about something you already
choose and you already know what is the consequences!

kata tmn gw "loe pikir aja sendiri !"
wkwkwkwk...


Penn.
.
.

mengubah prinsip..

.
.


prinsip kita bisa saja salah..
terutama prinsip yg sudah kita
pegang teguh selama bertahun-tahun.
namun hanya org yg dewasa dan bijak,
mampu dan mau mengubah
prinsipnya yg salah..

menyadari bahwa selama ini
prinsip kita ternyata salah
bukan berarti kita lebih payah
daripada org lain.

artinya kita mau belajar
dan menerima prinsip/
pemikiran org lain yg ternyata baik
dan berguna bagi kita.

gada ruginya kok!
yg rugi kalau kita keras kepala..
namun pada akhirnya harus mengakui juga
bahwa yg benar adalah orang lain..

capcay deh..


Penn.
.
.

20.3.09

Hukum Truk Sampah

.
.
Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya & mulai menjerit ke arah kami. Supir taxi hanya tersenyum & melambai pada orang orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. Maka saya bertanya, “Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!” Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut “Hukum Truk Sampah”.

Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, & seringkali mereka membuangnya kepada anda. Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup.

Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan. Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan “truk sampah” mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.

Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka: Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak. Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya. Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.



Penn.
.
.

11.3.09

Kasih anda kepada Nya

.
.
Besarnya kasih anda kepada Kristus ditentukan oleh pengertian anda tentang pengorbanan Kristus bagi diri Anda.

Jika anda menganggap pengorbananNya biasa-biasa saja, maka kasih Anda kepadaNya pun akan biasa biasa saja.

Apabila anda menyadari betapa seriusnya dosa anda, maka anda akan dipenuhi oleh rasa syukur dan kasih serta kerelaan berkorban anda bagi Kristus pasti tidak biasa-biasa saja, melainkan ISTIMEWA.


Penn.
.
.

Bos Hanya Melihat Hasil Akhir

.
.

Bos saya hanya melihat hasil, bukan proses dan kerja keras saya.

Kenapa sih bos maunya beres saja?

Kenapa maunya tinggal beres aja? Namanya juga bos, kalau ngerjain sendiri, namanya bukan bos dong. Manusia diciptakan kan sangat kompleks, dan merupakan hasil dari gabungan antara sifat dasar dan lingkungan sekitarnya, jadi kalau kita berpikir bahwa cara yang kita gunakan layak diperhitungkan, bukan berarti semua orang pasti seperti kita kan?

Terkadang, tekanan dan target yang ada menyebabkan seseorang bisa (seolah-olah) tidak peduli pada cara dan metode yang digunakan untuk mencapai target yang diberikan padanya. Katakanlah, bos kita, misalnya dia adalah pemilik (owner) dari perusahaan tempat kita bekerja. Sekilas terlihat, bahwa enak untuk berada dalam posisi owner, yang akan memperoleh keuntungan terbesar. Tapi, pernahkah kita melihat dan menghitung, bahwa untuk keuntungan yang besar, resiko yang harus ditanggungnyapun juga besar?

So, terkadang karena tekanan dan resiko yang besar, seorang bos terlihat terlalu menekankan pada hasil, dan (seolah) tidak perduli pada cara bawahannya mencapai target/ hasil, yang ada di dalam pikirannya, adalah bagaimana perusahaan itu tetap dapat bergerak dan mampu menghidupi semuanya (baik karyawan maupun proyek yang sedang berlangsung) .

Misalnya bos kita bukan seorang pemilik? Berarti dia juga punya bos lagi kan? Yang mungkin bos nya bos itu juga menekan dia untuk hasil yang harus dicapainya? Dan yang menyedihkan adalah jadi karyawan yang harus mencapai target itu? Nggak juga lah, kan kalau kita tidak berhasil mencapai hasil yang diinginkan, bos kita masih harus bertanggung jawab ke atas (itu untuk bos yang baik ya). Mungkin kita juga kalau dalam posisinya, juga akan berbuat hal yang sama. Siapa tahu?

Intinya, misalnyapun bos kita bukan bos yang baik (Cuma mau tau beres, mengambil semua kredit dan pujian untuk dirinya sendiri, langsung menyalahkan anak buah begitu ada kesalahan tanpa mau bertanggung jawab ke atasannya, dll), dan yang bisa dilakukan Cuma ngedumel di belakang, coba untuk hentikan kebiasaan tersebut. Ngedumel bukan solusi, hanya merusak dan mengotori pikiran kita, so apa yang harus kita lakukan? Percaya bahwa kita adalah manusia dengan segudang potensi, serta memiliki banyak kesempatan bagi siapapun yang berusaha.

Kalau satu pintu tertutup, masih ada pintu lain yang terbuka kan?

Perlukah saya tunjukkan cara kerja saya?

Kalau tipe bos kita adalah orang yang hanya mau melihat hasil akhir, mungkin terlihat sedikit aneh kalau kita memaksakan diri kita untuk menunjukkan cara kita bekerja, lha wong dianya aja mau Cuma terima beres kan? Tetapi kita bisa kan mengubah cara berkomunikasi kita dengan bos kita itu..

Misalnya? Kita bisa secara berkala, melakukan report ke bos kita itu, untuk hasil hasil kecil yang sudah berhasil diraih, dalam perjalanan menuju hasil yang diharapkan. Ini sama saja dengan kita melaporkan cara yang kita gunakan, tetapi bos melihat dari sisi pandang hasil. Bisa kan?

Atau, bisa saja kita mempresentasikan plan kita untuk mencapai hasil yang diinginkan bos kita di awal, setelah kita menerima perintah untuk mengerjakan proyek atau pekerjaan tersebut. Lalu hasil dan cara serta improvisasi selama proyek tersebut dijalankan, kembali di presentasikan di akhir kita memberikan report dan hasil dari pekerjaan kita. Semua ini tidak membutuhkan waktu yang panjang, dan bisa disesuaikan dengan waktu dan kondisi bos kita.

Intinya? Komunikasikan dengan cara yang tepat...

Bolehkah main curang aja, toh bos tahunya hasil akhir?

Tidak ada yang melarang kita untuk bermain curang, toh gak ada yang tau kan? Pertanyaannya, kira-kira kita sendiri tau nggak? Jawabannya, PASTI TAU. Ini yang jadi permasalahan utama. Apapun yang kita lakukan, adalah tanggung jawab pribadi, ini yang paling sulit. Kalaupun kita curang, dan hasil terpenuhi, tapi kita tidak belajar bagaimana untuk menyelesaikan sesuatu dengan cara yang tepat, wong namanya juga curang, pasti ambil jalan pintas.

Tapi yang penting kan hasilnya sukses? Benar, hasilnya sukses, tapi kalau lain kali, kita mendapat tugas yang sama, tapi tempat, situasi, dan kondisinya beda, masih bisa selesaikan dengan waktu dan hasil yang sama? Nggak kan.. So, mungkin tidak akan ada yang pernah tahu dengan cara apa kita meraih sesuatu, tapi kita sendiri tahu. Biasakan diri kita untuk selalu terlatih untuk belajar, dari apapun di sekitar kita. Biasakan kita tidak mengeluh ketika mengerjakan sesuatu, karena ketika kita tidak mengeluh, entah bagaimana, bisa kita rasakan bersama, bahwa tiba-tiba banyak komentar dan kreativitas yang muncul di dalam hati dan pikiran kita.

Apakah ini? Itu yang kita sebut sebagai hikmah. Segala sesuatu ada hikmahnya, walaupun curang sekalipun. Nah sekarang, kembali pada diri kita sendiri, mau dapat hikmahnya banyak atau sedikit, hikmah untuk selamanya atau sementara, hikmah untuk kebahagiaan kita sendiri atau rasa bersalah, semuanya kembali berpulang pada diri kita masing-masing.

Selamat mencoba dan meraih hasil yang anda inginkan, sekali lagi, ambil hikmah/pelajaran dari apapun yang sedang anda lakukan.


Penn.
.
.

10 Kepribadian Milyuner

.
.
Minggu lalu saya berada di New York City, tepatnya Manhattan, yang jaraknya kurang lebih 2500 mil dari kediaman saya di San Francisco Bay Area. Seorang "mogul" alias pengusaha kelas kakap yang berteman dekat dengan Donald Trump memanggil saya untuk membantunya dalam mendirikan divisi baru institusi pendidikannya yang sudah mendunia. Sebutlah namanya Mr. JC.

Sebagai seorang konsultan yang sering mendengar nama Mr. JC ini disebut-sebut, tentu saja saya sangat girang ketika dikontak oleh asistennya untuk mengunjungi Si Mogul ini untuk business meeting. Dengan harap-harap cemas saya mempersiapkan segala sesuatunya agar presentasi saya nanti tidak memalukan. Namanya saja berbisnis dengan seorang pengusaha kelas kakap. Siapalah saya ini di matanya.

Ternyata, di luar dugaa n saya, Mr. JC sangat ramah dan informal. Kecerdasannya tampak jelas dari "being comfortable in his own skin." Ia sangat nyaman dengan dirinya sendiri, tidak ada unsur intimidasi maupun berusaha tampak lebih cerdik daripada lawan bicaranya. Sungguh saya sangat terkesan.

Selama kurang lebih 6 jam perjalanan pulang di pesawat, saya banyak merenungkan pertemuan ini, terutama mengenai kepribadian Mr. JC yang sangat menawan. Otak saya yang gemar melakukan studi komparasi kembali bekerja. Satu per satu wajah orang-orang sukses muncul di benak saya.

Wah, ternyata banyak sekali kemiripan sifat dan perilaku mereka dengan Mr. JC, yang tampaknya sangat bertolak belakang dengan sifat-sifat dan perilaku mereka yang kurang berhasil.

Sepuluh unsur kepribadian seorang billionaire yang saya sarikan berdasarkan komunikasi dan pergaulan pribadi dengan para billionaies dan beberapa pengusaha sukses adalah sebagai berikut:

Satu, keberanian untuk berinisiatif.
Di sinilah letak keunikan utama pengusaha kelas kakap dunia. Mereka selalu punya ide-ide jenial. Sebagai contoh, lihat saja si Raja Real Estate, kebangkitannya dari bangkrut beberapa tahun yang lalu sekarang sudah membuahkan lebih dari sekedar kerajaan properti belaka. Ada boneka Donald, ada seri TV The Apprentice, ada online university TrumpUniversity. com, bahkan ada t-shirt "You're Fired" dan buku-buku best-sellernya. Semua berangkat dari inisiatif belaka, yang bisa kita pelajari dan tiru.

Dua, tepat waktu.
Selalu menepati janji dan tepat waktu karena ini adalah bukti kemampuan memanage sesuatu yang paling terbatas di dalam hidup kita, yaitu waktu. Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis. Respek terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri dan partner bisnis.

Tiga, senang melayani dan memberi.
Seorang billionaire pasti mempunyai kepribadian sebagai pemimpin dan seorang pemimpin adalah pelayan dan pemberi. The more you give to others, the more respect you get in return. Syukur-syukur kalau ada karma baik sehingga mendapat kebaikan juga dari orang lain. Paling tidak dengan memberi dan melayani, kita sudah menunjukkan kepada dunia betapa berlimpahnya kita. Alam bawah sadar kita akan terus membentuk blue print sukses berdasarkan kemampuan memberi ini.

Empat, membuka diri terlebih dahulu.
Pernah Anda bertemu orang yang selalu mau bertanya soal hal-hal pribadi tentang orang lain namun tidak pernah mau membuka diri? Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, yang pasti mereka akan sangat sulit untuk mencapai kesuksesan karena dua hal ini adalah lawan dari unsur-unsur yang membangun sukses. Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, sesuatu yang dicari oleh para partner bisnis sejati. (Siapa yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius?)

Lima, senang bekerja sama dan membina hubungan baik dengan para partner bisnis.
Teamwork jelas adalah salah satu kunci keberhasilan utama. Donald Trump dan Martha Stewart pun mempunyai tim-tim mereka yang sangat loyal sehingga mereka bisa mencapai sukses luar biasa. "No man is an island," kita semua perlu membangun network kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses semakin terbuka lebar.

Enam, senang mempelajari hal-hal baru.
Kembali kita mengambil contoh Pak Trump yang baru saja membuka online university. Apakah beliau adalah ahli pendidikan? Seorang profesor? Jelas tidak, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung mengaplikasikannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya. Dunia bisnis baginya adalah tempat bermain yang luas dan tidak terbatas. Kuncinya hanya satu: senang belajar dan mencari hal-hal baru.

Tujuh, jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama.
Lance Armstrong pernah berkata, "There are two kinds of days: good days and great days." Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Jangan sekali-kali mengeluh di dalam bisnis, walaupun suatu hari mungkin Anda akan jatuh dan gagal. Mengapa? Karena setiap kali gagal adalah kesempatan untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana Anda gagal tetap adalah a good day (hari yang baik).

Delapan, berani menanggung resiko.
Jelas, tanpa ini tidak ada kesemp atan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh. Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day (lihat di atas). So, untuk apa takut? Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari kan?

Sembilan, tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat).
Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada. Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya.

Sepuluh, "comfortable in their own skin"
Alias nyaman dengan diri sendiri tanpa perlu berusaha menutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak "lebih" dari lawan bicaranya. Pernah bertemu dengan billionaire yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Saya yakin tidak ada. Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain.

Saya adalah saya, mereka adalah mereka. Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri.

Apakah Anda mempunyai kepribadian seorang billionaire? Hanya Anda yang bisa menjawab.

Salam sukses, sampai bertemu di puncak gunung kesuksesan



Penn.
.
.

Ternyata Sukses Itu ..

.
.

Sukses itu sederhana,
sukses tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya,
sukses itu tidak serumit/serahasia seperti kata kiyosaki/tung desem waringin/the secret,
sukses itu tidak perlu dikejar, SUKSES adalah ANDA!
karena kesuksesan terbesar ada pada diri Anda sendiri....

Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi 1 ovum,
itu adalah sukses pertama Anda!

Bagaimana Anda bisa lahir dengan anggota tubuh sempurna tanpa cacat,
itulah kesuksesan Anda kedua...

Ketika Anda ke sekolah bahkan bisa menikmati studi S1, di saat tiap menit ada 10 siswa drop out karena tidak mampu bayar SPP,
itulah sukses Anda ketiga...

Ketika Anda bisa bekerja di perusahaan bilangan segitiga emas, di saat 46 juta orang menjadi pengangguran,
itulah kesuksesan Anda keempat...

Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari, di saat ada 3 juta orang mati kelaparan setiap bulannya
itulah kesuksesan Anda yang kelima...

Sukses terjadi setiap hari, Namun Anda tidak pernah menyadarinya. ..

Saya sangat tersentuh ketika menonton film Click!
yg dibintangi Adam Sandler,"Family comes first", begitu kata2 terakhir kepada anaknya sebelum dia meninggal... Saking sibuknya Si Adam Sandler ini mengejar kesuksesan, ia sampai tidak sempat meluangkan waktu untuk anak & istrinya, bahkan tidak sempat menghadiri hari pemakaman ayahnya sendiri, keluarga nya pun berantakan, istrinya yang cantik menceraikannya, anaknya jadi ngga kenal siapa ayahnya...

Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku laris supaya bukunya bisa terus2an jadi best seller dengan membuat sukses menjadi hal yg rumit dan sukar didapatkan..

Sukses tidak melulu soal harta,rumah mewah,mobil sport,jam Rolex,pensiun muda,menjadi pengusaha,punya kolam renang/helikopter, punya istri cantik seperti Donald Trump & resort mewah di Karibia...

Tapi buat saya pribadi yang bisa hidup dengan sangat berkecukupan, saya rasa sukses memiliki arti yang berbeda...

Sukses adalah mencintai & bangga terhadap diri Anda sendiri, mengerjakan apa yang Anda sukai kapan saja dan di mana saja....

Sukses sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Tuhan, sukses yang sejati adalah menikmati & bersyukur atas setiap detik kehidupan Anda, pada saat Anda gembira, Anda gembira sepenuhnya,
sedangkan pada saat Anda sedih, Anda sedih sepenuhnya, setelah itu Anda sudah harus bersiap lagi menghadapi episode baru lagi.

Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Tuhan, hidup baik, tidak menipu, apalagi menjadi pribadi yang jujur, ikhlas & selalu rendah hati, Sukses itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan,
tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit, sukses sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan,keadaan, dan kekurangan Anda apa adanya dengan penuh syukur.

Pernahkah Anda menyadari?
Anda sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang Uang hanyalah alat tukar,
Anda sebenarnya membeli rumah dari waktu Anda.
Ya, Anda mungkin harus kerja siang malam utk bayar KPR selama 15 tahun atau beli mobil/motor kredit selama 3 tahun.

Itu semua sebenarnya Anda dapatkan dari membarter waktu Anda, Anda menjual waktu Anda dari pagi hingga malam kepada penawar tertinggi untuk mendapatkan uang supaya bisa beli makanan, pulsa telepon dll....

Aset terbesar Anda bukanlah rumah/mobil Anda, tapi diri Anda sendiri,
Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa digaji puluhan kali lipat dari orang bodoh...
Semakin berharga diri Anda, semakin mahal orang mau membeli waktu Anda...

Itu sebabnya kenapa harga 2 jam-nya Kiyosaki bicara ngalor ngidul di seminar bisa dibayar 200 juta atau harga 2 jam seminar Pak Tung bisa mencapai 100 juta!!!

Itu sebabnya kenapa Nike berani membayar Tiger Woods & Michael Jordan sebesar 200 juta dollar, hanya untuk memakai produk Nike. Suatu produk bermerk menjadi mahal/berharga bukan karena merk-nya, tapi karena produk tsb dipakai oleh siapa...

Itu sebabnya bola basket bekas dipakai Michael Jordan diperebutkan, bisa terjual 80 juta dollar, sedangkan bola basket bekas dengan merk sama, bila kita jual harganya justru malah turun...

Hidup ini kok lucu, kita seperti mengejar fatamorgana, bila dilihat dari jauh, mungkin kita melihat air/emas di kejauhan, namun ketika kita kejar dng segenap tenaga kita & akhirnya kita sampai, yang kita lihat yah cuman pantulan sinar matahari/corn flakes saja
oh...ternyata. ..

Lucu bila setelah Anda membaca tulisan di atas Namun Anda masih mengejar fatamorgana tsb ketimbang menghabiskan waktu Anda yg sangat berharga untuk sungkem sama orangtua yg begitu mencintai Anda, memeluk hangat istri/kekasih Anda, mengatakan "I love you" kepada orang-orang yang anda cintai: orang tua, istri, anak, sahabat-sahabat Anda. Lakukanlah ini selagi Anda masih punya waktu, selagi Anda masih sempat, Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan meninggal, mungkin besok pagi, mungkin nanti malam,

LIFE is so SHORT.

Luangkan lebih banyak waktu untuk melakukan hobi Anda, entah itu bermain bola, memancing, menonton bioskop, minum kopi, makan makanan favorit Anda, berkebun, bermain catur, atau berkaraoke..
Enjoy Ur Life,

saya ulangi.. LIFE is so SHORT.... :-)



Penn.
.
.

5.3.09

Membatasi Allah

.
.
Iman kita sebagai orang percaya tidak boleh dibatasi oleh suatu situasi/keadaan.

Kita tidak boleh membatasi kuasa Allah dengan akal kita.

Allah memiliki cara yg tak terduga dalam memberkati anak-anakNya.

Dia tidak pernah kehabisan akal dalam mencukupi kebutuhan kita.

Penn.
.
.

25.2.09

Tips & Tricks How to Become Psycho(path) without Anyone Noticing..

.
.
First. You must have innocent face. Good Behaviour. Kind and Gentle gesture. Seldom Lied. Respect your parents, applying the ten commandements in your daily life. You might appear bald, longhaired, shorthaired, curly, with mustache, goatie and so on. You must change appearance often.

Second. You tend to torture small animals (such as ants with magnifying glasses), bigger animal if you have the guts..

Third. Your hobby is listening to Heavy Loud Hard Ear Damaging Thrash Death Doom Stoner Glam Grind Metal Songs. Listen it while you're sleeping. Let it brainwashed you ! Hence You must hate American Idols ! and all the other idols award !

Fourth. You should like movies like ichi the killer, saw 1-5, hostel 1-2, kill bill, silence of the lamb, se7en, other gore trash exploitation eurosleaze movie cinema.

Fifth. You must repress your feelings, emotions.. See No Evil, Hear No Evil, Speak No Evil..

Sixth. Kill your 'love' (feeling). You stay single, no date. no spouse. feel nothing. no anger. no sadness, no sorrow, no happyness. i mean ALL!

Seventh. watch CSI tv series, Copycat movie, The Usual Suspect, learn how psycho's think, plan, execute, escape.

Eighth. sometimes, you start thinking of suicide, it looks real, you think you really commited, you wanna do it but you never did !
coz if you did, you never ever become a psycho !

Ninth. Do what you affraid the most .. challenge your psychotic competency/tallent..

Tenth. You must think out of mainstream thinking.. Try to think backwards, use left hand instead of right, do weird stuffs.

Eleventh. Practising Psychopath jokes.. Even Psycho's have sense of humor.. They're also Human Being just like you !

Twelveth. Stay in HELL for a couple of days, when you come back you will be a quaranteed genuine psycho

Thirteenth. Shoot all your classroommates, when they dont say goodmourning to you! this is very classic psychos..

Fourteenth. experiencing heavy headache, migrain, vertigo when you do, consume lots of PARAMEX (local headache brand), let your head fly for awhile.. also you experiencing bad stomach ache..

Fifteenth. you should feel no pain, when you accidently cut/hurt yourself, if you still feel pain. you must ignore it and suppress it. then go find a room, be alone, then shout, scream, yell as hard as you can..

Sixteenth. Prepare one special room full of glassware. drop one whenever you get angry. drop all whenever you get furious. Break 'em with feelings, and enjoy it while it last..

Seventeenth. when you really success becoming a psycho, do not brag yourself about it! bottom line is, you stay underground. Until someone pretty smart can smell your gesture then you kill 'em. leave no witness behind.

Eighteenth. write a blog about this, share it to other people who desperately wannabe psychos.

Nineteenth. often you fight with your brothers and/or sisters. show who's in charge.

Twentieth. always bring pocket knife, just in case someone mess with you, you stick 'em with it in the heart.

Twenty First. having trouble sleeping, having eating disorder, drastic overweight/lost weight like in the movie the machinist.

Twenty Second. anyone psycho's out there wanna add?



Penn.
.
.

24.2.09

ROTK on Obama, Powell, Americana 2008

.
.
(ROTK=Romance Of Three Kingdom)
  1. Obama is a powerful force. He has the support of Heaven(1), Earth(2), and Humanity(3).
  2. Obama's party, the Democrats, is controlling the whole Congress.
  3. The mainstream media--90% news outlets--hold the public opinion sway for Obama.
  4. Obama has a warchest of $1 billion, dwarfing McCain's $300 million.
  5. Obama leads McCain in all polls with hearty margins, and there are only two weeks left for campaigning.
  6. The only high ground McCain/Palin and their loyalists hold is Morality(4).
  7. And thus McCain/Palin and their loyalists put up defense from their last city in the final showdown.
  8. Obama's force assault the city from all directions, Obama's force being like hurricane surges, and McCain/Palin's city walls being like fragile levees.
  9. In the mid of battle cries, under raining stones and arrows, one loyalist betrays the city. He is Colin Powell.
  10. Powell opens a city gate. Powell smashes one levee. Obama's force pour in.
  11. Now McCain/Palin used to say, "This is free country. Everyone is free to pick side. But if you choose to fight for Life, you are called a loyalist."
  12. So if Powell wants to follow his conscience, if he wants to do what is right, he is free to do so.
  13. But why didn't Powell leave early to join Obama?
  14. Why did he stay and then cause damage at the most critical moment?
  15. He had his reason, but a reasonable person can objectively see bad faith in Powell.
  16. By Three Kingdoms standards, Powell is not an honorable general in this battle.
  17. Americana 2008 will be a great election. The final showdown will produce a great result. From it we will witness many heroes and heroic acts. We will teach our children to follow the examples of Obama, Biden, McCain, Palin, Hillary, Bill, Todd, Giuliani, Romey, Wright, Thompson, McCaskill, Lieberman, Tina, Madonna, Hockey Mom, Joe the Plumber, Joe Six Pack, etc.
  18. But we will teach our children to avoid the example of Powell.

(1) Heaven advantages = after 8 years of Bush, 2 wars, a crashing economy, we want change.
(2) Earth advantages = the demographics have changed to favor the Democrats, and Obama operates the most impressive ground operation in history.
(3) Humanity advantages = people greatly admire Obama and love listening to him talk.
(4) The United States was founded on Life, Liberty, and the Pursuit of Happiness. The Democrats support abortion, and so they favor Liberty and the Pursuit of Happiness. The Republicans are against abortion, and thus they choose Life, which has the highest morality among the three.

Penn.
.
.

11.2.09

A Sin By Any Other Name

.
.
To Joseph sin was not
just "an error of judgment",
nor was it a mere "slip of the tongue" or
an " indiscretion" in a "moment of weakness".

Joseph saw sin for what it was----
a serious offense against the Lord----
and he did not play down
the gravity of the offense.

God's moral standards are absolute.
It is only when we see sin as something
abhorrent to the Lord that we will be
motivated to make right moral judgments..

Calling sin by a softer name
will change neither
its offensiveness to God
nor its cost to us

.
.

Don't Forget to Visit Here..

`Encyclopaedia Metallum: The Metal Archives

`Google[dot]Com

`Lemari Buku Vina

`Internet Movie DataBase

`Wikipedia