Showing posts with label WTF (What The F***). Show all posts
Showing posts with label WTF (What The F***). Show all posts

5.3.09

20 Things About Me..

.


20 random facts, fiction, habits, thoughts, goals, or other such things that describe me.

1. I am Indonesian Chinese and proud of it !

2. First born ! Great ! I am becoming experimental project.. hehehe.. just kidding mom and dad!

3. I guess my parents named me after james or jeremy.

4. I hate travelling.. especially when bad stomach ache & damn traffic jam, not to mention, it's a waste of time during travelling.

5. I dont miss my home, but really miss my mom and dad, also my brother.. I lived there 35 years !

6. I lived in Indonesia, what can I say.. Some day will be a great country.. until people here get diciplined !

7. I hope to get a exclusive brand new car grand prize from a bank, hehehe.. this will be breaking news if it happens !

8. I am meat lover : pork, lamb, chicken, cow, once eaten dog, but hate fish.. coz its smells fishy.. ( yaiyalah.. :-) )

9. My Favourite TV channel is Fashion TV, CSI: Las Vegas, Startrek, Smallville (used to be, now it's boring!)

10. Luck never runs out of me.. Luck never exist, it's actually Blessing and Grace..

11. I have great wife, she looks ordinary but i know she's great !

12. Used to have best friend which is now becomes foe. I call him Judas..

13. Best Movie goes to Memento, its complicated, just like me.

14. Listens to Heavy Hard Loud Noisy Music, classical, jazzy, funk, hiphop, techno etc, Why? coz Pop is boring, not suitable for people like me..

15. It's great to be back behind 4 wheels for now..

16. JC is Superstar, King of kings, Lion of Judah. You should be one of His follower !

17. I am a melancholic, phlegmatic type of person

18. Have psychotic syndrome, but no one notice about it yet, until I show them my true self.. huahahaha..

19. Fans of Lex Luthor of Smallville, Good but Bad at the same time, just like most of us.

20. I have claustrophobia..



Penn.
.
.

2.3.09

Perjalanan Menembus Waktu

.
.

Film-film dan novel-novel fiksi ilmiah yang mengangkat tema tentang perjalanan menembus waktu (menggunakan berbagai bentuk mesin waktu) semakin menjamur seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu Fisika. Apakah film-film semacam Star Trek, Time Machine, Back to the Future, dan, yang baru saja dirilis, Timeline hanya melambangkan hebatnya imajinasi para pembuat film?

Atau sebenarnya cerita novel dan film-film semacam ini sudah mulai beranjak dari kategori fiksi ilmiah menjadi suatu terobosan terbaru teknologi modern yang benar-benar ada di kehidupan nyata? Para fisikawan pun tidak mau ketinggalan menganalisa aspek ilmiah dari teknologi-teknologi yang ditampilkan dalam film-film yang berhasil mengeruk keuntungan besar itu. Dulu para fisikawan yang berani mengangkat topik time travel dianggap terlalu asyik berkhayal. Tetapi sekarang justru para fisikawan kebingungan mencari bukti-bukti yang bisa menunjukkan secara pasti bahwa perjalanan seru menembus waktu ini tidak mungkin bisa dilakukan! Konsep-konsep fisika yang ada justru mendukung teori time travelling ini! Siapa sangka bahwa sebenarnya kita pun sudah sering melakukan perjalanan menembus waktu dalam kehidupan sehari-hari kita! Dan tanpa menggunakan mesin waktu! Jalan menuju fenomena fantastis ini dibuka oleh fisikawan ternama, Albert Einstein, dengan teori relativitasnya.

Untuk bisa memahami konsep perjalanan menembus waktu, kita harus memahami dulu yang dimaksud dengan Waktu (Time). Dalam fisika, waktu merupakan salah satu besaran pokok yang melambangkan periode atau interval yang bisa diukur secara pasti (satuan internasionalnya adalah detik). Kita tahu bahwa 1 hari terdiri dari 24 jam, 1 jam 60 menit, dan 1 menit 60 detik. 1 detik didefinisikan sebagai jumlah osilasi atom Cesium-133 (9.192.631.770 osilasi) pada jam atom. Dengan konstanta-konstanta yang terlibat ini, kita tentunya langsung menyimpulkan bahwa waktu memiliki nilai absolut (eksak) dan bukan merupakan besaran yang nilainya relatif terhadap suatu acuan tertentu. Tetapi Einstein mengubah pandangan ini saat mengemukakan teori relativitasnya.

Menurut Einstein, semakin besar kecepatan gerak suatu benda atau partikel, waktu akan berjalan semakin lambat bagi benda atau partikel tersebut. Saat kecepatannya mendekati kecepatan cahaya, waktu berjalan sangat lambat. Bagaimana kalau ada benda atau partikel yang bisa bergerak dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya? Waktu akan berjalan begitu lambatnya sehingga benda yang bergerak dengan kecepatan setinggi itu bisa kembali ke posisi awal dengan sangat cepat.

Saking cepatnya, benda itu sudah kembali berada di posisi awalnya sebelum benda itu mulai bergerak! Ini berarti benda itu sudah melakukan perjalanan menembus waktu ke masa lalunya sendiri! Teori relativitas Einstein dapat dibuktikan dengan perjalanan ke ruang angkasa. Para astronot meninggalkan bumi menggunakan pesawat ulang-alik yang meluncur dengan kecepatan sangat tinggi. Jika mereka melakukan perjalanan selama 1 tahun di ruang angkasa dan kemudian kembali ke bumi, mereka bisa menemukan bahwa bumi mencatat waktu perjalanan mereka mencapai 10 tahun!

Ini berarti dua orang atau benda yang bergerak dengan kecepatan berbeda akan mengalami durasi waktu yang berbeda pula. Ini juga berarti bahwa para astronot itu sudah berada di masa depan mereka karena orang-orang yang ditinggalkannya kini menjadi 10 tahun lebih tua dari saat mereka pergi meninggalkan bumi (padahal mereka hanya pergi selama 1 tahun)! Dalam kehidupan sehari-hari kita juga sering mengalami hal ini saat kita bepergian menggunakan pesawat terbang.

Kecepatan gerak pesawat memungkinkan kita untuk ‘lompat’ ke masa depan kita, walaupun lompatannya tidak jauh (hanya beberapa nanodetik) sehingga kita biasanya tidak menyadarinya. Jam atom yang sangat akurat dapat membuktikan bahwa kita sudah lompat beberapa nanodetik (1 nanodetik = 10-9 detik) ke masa depan! Efek yang kita rasakan adalah fenomena yang kita sebut Jet Lag.

Nah, kalau kecepatan bisa membuat kita lompat ke masa depan, bagaimana caranya kita bisa lompat ke masa lalu? Bukankah dibutuhkan kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya supaya kita bisa kembali ke masa lalu kita? Padahal kita tahu tidak ada (belum ada) satu pun benda atau partikel yang bisa bergerak melebihi kecepatan cahaya. Einstein kembali tampil dengan teori relativitasnya untuk menjawab ini! Si jenius ini menyatakan bahwa gaya tarik gravitasi dapat memperlambat waktu! Menurut Einstein, jam dinding yang dipasang di ruang bawah tanah (lebih dekat ke pusat bumi sehingga mengalami gaya tarik gravitasi yang lebih besar) berjalan lebih lambat dibanding jam dinding yang dipasang di tingkat tertinggi suatu gedung. Tentu saja perbedaannya sangat kecil dan hanya bisa dideteksi oleh jam atom. Tetapi ini berarti bahwa waktu berjalan lebih cepat di ruang angkasa (karena sangat jauh dari pusat bumi sehingga gravitasinya sangat kecil, bahkan mendekati nol). Misalnya kita pergi ke ruang angkasa menjauhi pusat bumi, dan kemudian kembali lagi ke bumi (misalnya selama 1 tahun). Jika kita punya saudara kembar yang menunggu kita di bumi, kita bisa melihat sendiri bahwa saat kita mendarat, kembaran kita (yang lahirnya bersamaan dengan kita) sudah 9 tahun lebih tua dari kita! Inilah yang dikenal sebagai The Twin Paradox. Jadi, yang mempengaruhi waktu bukan hanya kecepatan, tetapi juga gravitasi. Ini berarti kita bisa kembali ke masa lalu kita dengan memanfaatkan medan gravitasi yang sangat kuat.

Black hole atau lubang hitam merupakan medan yang memiliki gravitasi paling kuat. Saking kuatnya, lubang hitam ini bisa menyedot apa saja ke dalamnya! Tidak ada yang bisa menghindari tarikan gravitasinya, termasuk cahaya. Cahaya atau partikel lain yang tersedot lubang hitam akan langsung dilahap habis (dari sinilah asal istilah Lubang HITAM). Semua yang tadinya ada menjadi tidak ada.

Banyak ilmuwan yang memperkirakan lubang hitam bisa menjadi pintu untuk kembali ke masa lalu karena gravitasinya yang begitu kuat. Tetapi semua partikel akan hancur jika masuk ke lubang hitam! Bagaimana bisa kembali ke masa lalu jika kita sudah keburu hancur?

Para fisikawan akhirnya melirik ‘adik’ dari lubang hitam, yang kita kenal sebagai Wormhole (Lubang Cacing). Wormhole juga merupakan medan yang memiliki gravitasi yang sangat kuat, tetapi tidak seperti ‘kakak’nya. Jika suatu benda atau partikel masuk ke salah satu ujung lubang cacing, partikel itu masih bisa keluar di ujung lainnya (ada ‘pintu masuk’ dan ‘pintu keluar’nya). Jalur yang harus ditempuh dalam wormhole jauh lebih pendek dibanding jalur konvensional (merupakan jalan pintas). Ini analogi dengan terowongan di bawah bukit. Perjalanan melalui bukit tentunya lebih jauh dibanding jarak yang harus ditempuh jika kita melewati terowongan yang terletak di bawah bukit tersebut.

Pembentukan wormhole didukung oleh, lagi-lagi, teori relativitas Einstein. Menurut Einstein, massa dapat menyebabkan waktu ruang (spacetime) menjadi melengkung (curved). Bagaimana caranya?

Misalnya ada dua orang saling berhadapan dan memegang sehelai kain yang dibentangkan kuat-kuat. Lalu di atas kain tersebut kita letakkan buah semangka yang berat. Pasti buah semangka itu akan berguling ke tengah-tengah kain yang ujung-ujungnya dipegang kuat-kuat itu sehingga kain melengkung (membentuk cekungan) akibat massa buah semangka. Jika kita meletakkan satu buah anggur di pinggir kain itu, pasti buah itu akan langsung ‘tersedot’ oleh cekungan tadi. Cekungan ini dapat dianggap sebagai pintu masuk lubang cacing.

Tetapi ini baru merupakan bidang dua dimensi. Spacetime ada dalam empat dimensi: 3 dimensi ruang (atas-bawah, kanan-kiri, depan-belakang) dan 1 dimensi waktu. Supaya menjadi empat dimensi, kain tadi kita lipat sehingga ada dua permukaan yang dipisahkan jarak tertentu, yang disebut Hyperspace. Kita letakkan lagi buah semangka di atas permukaan kain teratas sehingga membentuk cekungan seperti tadi. Permukaan yang kedua (tepat di tengahnya) juga diberi massa yang besarnya sama (dari arah berlawanan) sehingga membentuk cekungan yang kedua (dapat dianggap sebagai pintu keluar lubang cacing). Seluruh permukaan kain melambangkan spacetime yang merupakan ruang/jarak konvensional. Kedua cekungan pada spacetime akan bertemu dan membentuk lorong yang kemudian kita sebut sebagai Lubang Cacing. Misalnya Bumi terletak di pintu masuk wormhole, dan Sirius, bintang yang berjarak 9 tahun cahaya dari Bumi, terletak di pintu keluarnya. Untuk bepergian dari Bumi ke Sirius secara konvensional kita harus menempuh perjalanan sejauh 9 tahun cahaya. 1 tahun cahaya merupakan jarak yang ditempuh cahaya selama 1 tahun. Kecepatan cahaya adalah 300.000 km/detik. Ini berarti 9 tahun cahaya = 300.000 km/detik x 60 detik/menit x 60 menit/jam x 24 jam/hari x 365 hari/tahun x 9 tahun = 8,51472 x 10(pangkat)13 km. Padahal perjalanan terjauh yang pernah ditempuh manusia adalah 400.000 km (yaitu perjalanan ke bulan). Wormhole memungkinkan kita untuk ‘memotong jalan’ sehingga bisa sampai di Sirius hanya dalam waktu beberapa saat saja. Kita pun bisa menjelajahi jagad raya dalam waktu yang singkat!

Misalnya ada wormhole yang pintu masuknya tidak jauh dari atmosfer Bumi, tetapi pintu keluarnya berada di dekat bintang yang dipenuhi partikel netron (neutron star) yang memiliki gravitasi sangat tinggi. Kita tahu bahwa pada ketinggian di atas atmosfer bumi gaya gravitasi bumi semakin kecil karena menjauhi pusat bumi. Ini berarti di pintu masuk wormhole waktu berjalan cepat, tetapi di pintu keluarnya waktu berjalan sangat lambat (karena adanya gravitasi bintang). Dengan demikian, jika kita memasuki wormhole tersebut kita bisa melakukan perjalanan dalam lorong waktu menuju masa lalu maupun masa depan! Satu hal yang pasti: pembuatan wormhole memang tidak mudah, tetapi menurut Fisika hal ini tidak mustahil! (***)


Penn.
.
.

24.2.09

Cara Nyuci Baju yg Baik dan Benar

.
.

1. Pilah pakaian sebelum mencuci berdasarkan tingkat kekotorannya, jangan menggabung pakaian yang habis dipakai untuk bermain lumpur atau kain pel dengan baju-baju yang dipakai sehari-hari karena baju yang tadinya bersih bisa terkontaminasi kotoran.

2. Rendamlah cucian dengan air sabun secukupnya berdasarkan jenis pakaian yang telah dikelompokkan tadi. Dalam merendam, sebaiknya pisahkan pakaian berwarna dengan yang netral. Diamkan 15-30 menit berdasarkan derajat kekotoran pakaian.

3. Hindari merendam kaos, celana, baju dan pakaian yang disablon terlalu lama lebih dari satu jam di dalam larutan deterjen agar tidak rusak.

4. Setelah 15-30 menit, mulailah membersihkan pakaian di tempat yang biasa terdapat daki, misalnya di kerah leher, ujung lengan atau wilayah saku. Hati-hati pada saat menyikat pakaian, gunakan sikat lembut agara pakaian tidak cepat rusak. Hindari aktivitas membersihkan dengan cara 'membanting' pakaian karena hal ini hanya membuat pakaian cepat rusak, melar, sobek atau tidak berumur panjang.

5. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan lebih bersih serta lebih yakin maka sebaiknya anda cuci pakaian tersebut secara manual dengan tangan. Mesin cuci yang pada saat mencuci 'diset' tidak sesuai dengan bahan pakaian atau sablon bisa membuat pakaian rusak.

6. Saat mencuci, perhatikan label pada pakaian yang terdapat di leher atau bagian pinggang yang berisikan petunjuk pencucian pakaian tersebut. Ada aturan tentang suhu air, zat kimia untuk mencuci, cara menyetrika, dsb. Pelajari bahan-bahan pakaian dan cara pencuciannya agar tidak salah metode saat mencuci.

7. Zat pemutih pakaian yang terlalu kuat dapat menyebabkan sablon mengelupas dan rusak serta membuat bahan pakaiannya menjadi lebih tipis dan kasar.

8. Pakaian jenis tertentu dengan bahan khusus atau mudah rusak sebaiknya cucilah di tempat cuci laundry profesional agar pakaian bisa awet.


Penn.
.
.

Bumbu Nasi Goreng Tek-Tek

.
.
Katanya sih, ini bahan2nya ...

bawang merah, bawang putih, cabe rawit, kemiri dan ebi (udang kering)
dicampur jadi satu lalu ditumbuk..

selamat mencoba..


Penn.
.
.

16.2.09

Perfect World

.
.
krn dunia yg tidak sempurna kadang kita
tidak dapat melihat dgn jelas anugerah
dan berkat Tuhan kpd kita.

kita anggap kemalangan terjadi pada kita
krn Tuhan tidak peduli pada kita namun
kemalangan itu menyebabkan anugerah
dan berkatnya kita terima dalam kondisi
yang lain. (bingung kan?)

.
.

28.1.09

this is (half) bullshit!

.
.
*I will be healtier and stronger when I'm old
*I still can have sex when I'm 60 years old
*Everyone in this world will one day follow Messiah!
------> no this is true, one day, it will happened!
*


to be continued..

.
.

21.1.09

Daughter

.
.
ak ga tau ibuku dulu waktu mengandung
mengharapkan pangeran atau tuan putri

but she delivers one unique prince..

...

Alone...listless...
breakfast table in an
otherwise empty room

Young girl...violins...
center of her own attention

The mother reads aloud
child tries to understand it

Tries to make her proud

The shades go down

it's in her head

Painted room...

can't deny there's
something wrong...

Don't call me daughter
not fit to

The picture kept
will remind me

Don't call me daughter
not fit to

The picture kept
will remind me

Don't call me...

She holds the hand
that holds her down

She will...rise above

The shades go down
The shades go, go, go...


.
.

19.1.09

Antre.. Tidur..

.
.
Hari ini 19-01-09
gw ke kantor pajak
ambil kartu NPWP

no. antrian menunjukkan
654 .. buset, ni brp lama
lagi mesti gw tunggu?

oh, ternyata mulai dipanggil
dr 641 ... terus kutunggu
hingga no. 652, then stuck
for almost 1 hour..

sh*t, what happened..
gilole, ne tukang pajak!
selidik pny selidik
ternyata, mereka kewalahan
ngurusin kartu2 npwp satu
per satu..

udah gitu, dr sistim antre
menjadi sistim siapa cepat
dia dpt alias saling serobot

buset .. !

yg lebih memuakkan lagi
ialah..

udah geto lama kok kartu
npwp gw lom jadi yah?
ga dikasi tau lagi kpn ambil
lagi..

gw sempet nanya sama
satu engko2..
dia aja udh dpt tanda terima
tanggal 30-12-08 aja
2 kali dtg msh jg lom jadi kartunya
apalagi gw ya???

kecian deh looo! coyyy!

tar de abis sincia gw dtg lagi..

sialan, udh nunggu gitu lama
ternyata org2 pada liat daftar
nama yg ada di bagian reception
untuk memastikan namanya
ada disana, krn kartunya pasti
udah jadi..

..and my name wasn't there
dan nama gw gada tuh disana..

people like sleeping there on
the couch..

gimane pade mo denger udh antrian
nomer berapa kalo asyik aja
molor..

jangan jangan ni org bukan urusin
pajak, mungkin juga sales di ktr
yg udah gada gawe, kecapean
mampir ke kantor pajak..
duduk, trus tidur deh..

indonesia.. indonesia..
kapan loe mo maju ye???





.
.

16.1.09

Hexakosioihexekontahexa

.
.
Do you know what is that?

its the number of the beast ! 666 ..

.
.

Phobia

.
.

The English suffixes -phobia, -phobic, -phobe (of Greek origin: φόβος/φοβία ) occur in technical usage in psychiatry to construct words that describe irrational, disabling fear as a mental disorder (e.g., agoraphobia), in chemistry to describe chemical aversions (e.g., hydrophobic), in biology to describe organisms that dislike certain conditions (e.g., acidophobia), and in medicine to describe hypersensitivity to a stimulus, usually sensory (e.g., photophobia). In common usage they also form words that describe dislike or hatred of a particular thing or subject. The suffix is antonymic to -phil-.

Many people apply the suffix -phobia inappropriately to mild or irrational fears with no serious substance; however, earlier senses relate to psychiatry which studies serious phobias which disable a person's life. For more information on the psychiatric side of this, including how psychiatry groups phobias as agoraphobia, social phobia, or simple phobia, see phobia.

The following lists include words ending in -phobia, and include fears that have acquired names. In many cases people have coined these words as neologisms, and only a few of them occur in the medical literature. In many cases, the naming of phobias has become a word game, of notable example being a 1998 humorous article published by BBC News.1

Note too that no things, substances, or even concepts exist which someone, somewhere may not fear, sometimes irrationally so. A list of all possible phobias would run into many thousands.

Most of these terms tack the suffix -phobia onto a Greek word for the object of the fear (some use a combination of a Latin root with the Greek suffix, which many classicists consider linguistically impure).

In some cases (particularly the less medically-oriented usages), a word ending in -phobia may have an antonym with the suffix -phil-, e.g., Germanophobe / Germanophile.

See also the category:Phobias.

Phobia lists

A large number of-phobia lists circulate on the Internet, with words collected from indiscriminate sources, often copying each other. Also, a number of psychiatric websites exist that at the first glance cover a huge number of phobias, but in fact use a standard text to fit any phobia and reuse it for all unusual phobias by merely changing the name. Sometimes it leads to bizarre results, such as suggestions to cure "prostitute phobia".2 Such practice is known as content spamming and is used to attract search engines.

Psychological conditions

In many cases specialists prefer to avoid the suffix -phobia and use more descriptive terms, see, e.g., personality disorders, anxiety disorders, avoidant personality disorder, love-shyness.

Zoophobias

Non-psychological conditions

The following medical conditions have nothing to do with irrational fears. However, each usually has a psychological disorder of the same name which is an irrational fear. The behavior of an individual with the medical condition can be similar to the behavior of an individual with the psychological disorder of the same name (e.g., for both usages of Photophobia the person avoids light). The difference in usage is that for the medical term there is an underlying physiological condition that results in the behavior. For example, with medical Photophobia the hypersensitivity to light is sufficient such that at some light levels the person experiences pain which they avoid by seeking darkness. Removing the physiological cause of the hypersensitivity to light results in the person no longer avoiding light. With psychological Photophobia the person fears the light even though there is no current physiological pain caused by light.

Biology, chemistry

Biologists use a number of -phobia/-phobic terms to describe predispositions by plants and animals against certain conditions. For antonyms, see here.

Prejudices and discrimination

One can readily use the suffix -phobia to coin a term that denotes a particular anti-ethnic or anti-demographic sentiment, such as Europhobia, Francophobia, Hispanophobia, and Indophobia. Often a synonym with the prefix "anti-" already exists (e.g., Polonophobia vs. anti-Polonism). See "List of anti-ethnic terms" for more examples. Anti-religious sentiments are expressed in terms such as Christianophobia and Islamophobia.

Other prejudices include

Jocular and fictional phobias

  • Aibohphobia — a joke term for the fear of palindromes, which is a palindrome itself. The term is a piece of computer humor entered into the 1981 The Devil's DP Dictionary3
  • Anachrophobia — fear of temporal displacement, from a Doctor Who novel by Jonathan Morris.
  • Anoraknophobia — fear of spiders wearing anoraks: it is a portmanteau of "anorak" and "arachnophobia. Used in the Wallace and Gromit comic book Anoraknophobia. Also the title of an album by Marillion.
  • Arachibutyrophobia — fear of peanut butter sticking to the roof of the mouth. The word is used by Peter O'Donnell in his 1985 Modesty Blaise adventure novel Dead Man's Handle.4 It had circulated, unattributed, in the Internet for some time until it landed at the CTRN Phobia Clinic website: "Working one-on-one with one of our team, with guaranteed lifetime elimination of Sticky Peanut Butter Phobia. From $1497 and up."
  • Hippopotomonstrosesquipedaliophobia — fear of long words. Hippopoto- "big" due to its allusion to the Greek-derived word hippopotamus (though this is derived as hippo- "horse" compounded with potam-os "river", so originally meaning "river horse"; according to the Oxford English, "hippopotamine" has been construed as large since 1847, so this coinage is reasonable); -monstr- is from Latin words meaning "monstrous", -o- is a noun-compounding vowel; -sesquipedali- comes from "sesquipedalian" meaning a long word (literally "a foot and a half long" in Latin), -o- is a noun-compounding vowel, and -phobia means "fear". Note: This was mentioned on the first episode of Brainiac Series Five as one of Tickle's Teasers.
  • Venustraphobia — fear of beautiful women, according to a 1998 humorous article published by BBC News.1 The word is a portmanteau of "Venus trap" and "phobia". Venustraphobia is the title of a 2006 album by Casbah Club.

Miscellaneous

so, which phobia are you ... ?



.
.

12.1.09

Israel - Arab

.
.
If the Arabs put down their weapons today, there would be no more violence.
If the Jews put down their weapons today, there would be no more Israel
-Benjamin Netanyahu

.
.

28.11.08

WWJD

.
.

What Would Jesus Do..
What Would Jason Do..
What Would Jimie Do..

.
.

27.11.08

What happened in the future (encoded)

.
.

qas+XO/PYWortML85OcsHktm6Wh5UnDP7RrQcdEWItqWhp8JUbTqVfXzI/aI6V8QyZhBvoYXU1fXefnxFnaHpFET2Fqt0kAuDENaioWOWo9UQ93BYE1YHWdSBq1Am/T5yXhkgSIIbOQHqZrTAwX6aycFg==

.
.

18.11.08

Can you read ???

.
.


! krap eht ni klaw a ekil tsuj si efil ym ,yppah leef i ,deirram retfa


. i take back this statement (17-12-08)
.

17.11.08

Sakit Perut.. 99 ways to die..

.
.
.
.
If i have to kill someone in order
to relieve this pain
...
then i will !!!

~~~~~~~~~~~~~~~~~

If I see the morning hours
Ill have one more yesterday

Take life from tomorrow
Cause Ive burned out my today

If I get up to the top I know
Ill just go back downhill

Gotta terminal future
And its time to write my will

Down another glass of courage
And a shot of thorazine

Were not ready to see you yet

99 ways to die

Were not ready to see you yet

Gotta short between the earphones
Wringing my hands in dismay

A more efficient maniac
With two feet in the grave

Aint got no last words to say
Yellow streak right up my spine

The gun in my mouth was real
And the taste blew my mind

In a black tie and straight jacket
Man Im gonna try again

Demitasse of arsenic
Try on this tie

Never mind the tree

There is only death and danger
In the sockets of my eyes

A playground of illusion
No one plays they only die

Theres a prison in my mind
And the bars are gonna break

Im as mad as a hatter
And strung out just the same

Taunting rigor mortis
I feel it draw me in

>>>click title, the link to continue part 2<<<
.
.
.
.
.

Don't Forget to Visit Here..

`Encyclopaedia Metallum: The Metal Archives

`Google[dot]Com

`Lemari Buku Vina

`Internet Movie DataBase

`Wikipedia